Jumat, 20 Juni 2014



Uji Mc Nemar

Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel yang berpasangan bila datanya berbentuk nominal dan ordinal. Uji ini banyak dipakai untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau perubahan proporsi sebelum dan sesudah kelompok sampel tertentu yang hanya memiliki dua kategori diberi perlakuan.

Ketentuan :

·         Frekuensi harapan harus ≥5, jika 5, Uji Mc. Nemar tidak boleh gunakan, dan untuk penggantinya dapat dipakai Uji Binomial.
·         Gunakan Tabel C (Siegel, 1997). Tentukan probabilitas (p) yang dikaitkan dengan terjadinya suatu harga sebesar x2 untuk harga db =1, untuk pengujian dua sisi.
·         Jika p yang diamati ternyata ≤ α, maka tolak Ho


Rumus :



Contoh soal: seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh iklan terhadap pembelian alat bantu jalan. Sampel diambil secara random sebanyak 200 pasien. Sebelum iklan diluncurkan terdapat 50 pasien yang membeli alat tersebut dan 150 tidak. Setelah iklan ternyata dari 200 orang tersebut terdapat 125 yang membeli dan 75 tidak. Dari 125 yang membeli tersebut terdiri atas pembeli tetap 40 orang shg yang berubah menjadi membeli 85. Dari 75 yang tidak membeli yang tetap 65 dan yang berubah 10 orang. 

Rumusan masalah :
apakah pemasangan iklan berpengaruh terhadap penjualan alat bantu jalan ?
Hipotesis:
Ho : Tidak ada pengaruh yang bermakna pemasangan iklan terhadap penjualan alat bantu jalan
Ha : Ada pengaruh yang bermakna pemasangan iklan terhadap penjualan alat bantu jalan
Taraf kepercayaan 95%

Data :

Membeli
Tidak membeli
Tidak Membeli
Membeli
85
40
65
10



      2 = 57.642

Harga Chi Kuadrat hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga chi Kuadrat tabel. Bila dk = 1 dan taraf kesalahan 5%, maka chi kuadrat tabel = 3,84
Chi kuadrat hitung < tabel maka Ho diterima
Chi kuadrat hitung > tabel maka Ho ditolak
Berdadarkan perhitungan tersebut maka Kai kuadrat hitung lebih besar dari nilai tabel (57,642 > 3,84). Hal ini berarti Ho ditolak. Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang bermakna pemasangan iklan terhadap penjualan alat bantu jalan.










Tes Kruskal-Wallis
Fungsi
Tes yang dipergunakan untuk menentukan apakah k sampel independen berasal dari populasi-populasi yang berebda. Dengan persoalan apakah perbedaab-perbedaan antara harga sampel-sampel itu menandai perbedaan-perbedaan populasiyang sesungguhnya, atau perbedaan itu semata-mata karena variasi yang terjadi diantara sampel-sampel random dari populasi yang sama. Tes ini menuntut pengukuran variabelnya paling lemha dalam skala ordinal.
Metode
Dalam perhitungan tes kruskal – walis , masing-masing N obsevasi digantikan dengan rankingnya, skor terkecil sebagai ranking 1. Kemudian jumlah rankin dalam masing-masing sampel (kolom) dihitung. Tes Kruskal – Wallis menentukan apakah jumlah ranking itu sangat berlainan sehingga sangat kecil kemungkinan bahwa sampel-sampel itusemuanya ditarik dari populasi yang sama.
Rumus
http://exponensial.files.wordpress.com/2010/05/rumus.jpg?w=476&h=131
Dimana:
Rij = Rank untuk semua observasi Xij
K = Banyaknya populasi
ni = Obervasi ke i
N = Jumlah total sampel
Daerah kritis,
H0 ditolak jika T > χ α : K-1
Contoh
Seorang peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata siswa masuk PTN ternama setelah mengikuti bimbingan belajar di tiga LBB atau tidak. Dengan data sebagai berikut:
http://exponensial.files.wordpress.com/2010/05/data.jpg?w=500&h=208
Penyelesaian
Rumusan masalah
Apakah ada perbedaan rata-rata siswa masuk PTN ternama setelah mengikuti bimbingan belajar di tiga LBB .
Hipotesis
H = tidak ada perbedaan rata-rata siswa masuk PTN ternama setelah mengikuti bimbingan belajar di tiga LBB
Ha = ada perbedaan rata-rata siswa masuk PTN ternama setelah mengikuti bimbingan belajar di tiga LBB.
Tingkat signifikansi (α) = 0.05
N = 15
Ranking data
GO
NEUTRON
PRIGAMA
6
12
13
14
15

2
5
9
10
11
1
3
4
8
7
60
37
23
3600
1369
529

http://exponensial.files.wordpress.com/2010/05/rumus.jpg?w=476&h=131
T =
T = 54.98-48
T = 6.98
Dengan melihat tabel O. nilai P di tabel 0.049 <dari 0.05 maka H ditolak
Sehingga, ada perbedaan rata-rata siswa masuk PTN ternama setelah mengikuti bimbingan belajar di tiga LBB

Chi- Square k sampel



Untuk data nominal dan ordinal, tes dipakai untuk menentukan signifikansi perbedaan-perbedaan antara k kelompok independen.
Kelompok Sampel
Outcome
Jumlah Sampel
+ (yes)
-    (no)
1
a
b
a + b
2
c
d
c + d
Jumlah
a + c
b + d
n = jumlah sampel







·         Tes ini dapat digunakan untuk uji perbedaan antar lebih dari 2 kelompok sampel.
·          Apabila frekuensi dalam kategori diskrit baik nominal maupun ordinal maka tes ini merupakan salah saru alternatif yang dapat diterapkan.
·         Tes ini merupakan perluasan dari tes Khai kuadrat untuk kasus 2 sampel bebas.
·         Tes Khai kuadrat dapat digunakan jika berhadapan dengan sampel bebas dengan kondisi lebih dari 2 kelompok
·         Fh yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%
·         tidak boleh ada satu sel tabel pun yang Fh nya kurang dari  1.

metode
1. Buat Tabel Silang k x r, k untuk kelompok sampel yang tidak berpasangan dan r untuk
kategori dari variabel.
2. Masukan data hasil pengamatan ke dalam sel Tabel Silang sesuai dengan kelompok dan
kategori masing-masing.
3. Tentukan frekuensi harapan dari masing-masing sel dengan cara mengalikan total baris
dengan total kolom, kemudian dibagi dengan grand totalnya.
4. Hitung c2 dengan rumus:
            X² =

5. Gunakan Tabel C. Tentukan probabilitas (p) yang dikaitkan dengan harga c2 untuk harga
db = (k-1) x (r-1). Jika p £ a, maka tolak Ho.

Contoh : Seorang mahasiswa Fakultas Peternakan, ingin melakukan penelitian apakah ada perbedaan minat beternak jenis tertentu jika dilihat dari tempat tinggal para peternak yaitu desa A, B, C, dan D. Peternak yang diteliti sebanyak 390 orang yang dipilih secara random. Kepada mereka ditanyakan apa jenis ternak yang mereka minati. Peneliti menduga, ada perbedaan minat terhadap jenis ternak tertentu jika dibedakan berdasarkan tempat tinggalnya.

Contoh Data : k = Wilayah Tempat Tinggal: desa A, B, C, dan D
r = Minat Beternak: Unggas, Ternak Kecil, Ternak Besar
Minat beternak
wilayah
Total
A
B
C
D
Unggas
23
40
16
2
81
Ternak kecil
11
75
107
14
207
Ternak besar
1
31
60
10
102
Total
25
146
183
26
390

minat ternak
A
B
C
D
Unggas
7.3
30.3
38.0
5.4
Ternak kecil
18.6
77.5
97.1
13.8
Ternak besar
9.1
38.2
47.9
6.8

X² =
X² = 33.8+3.1+12.7+2.1+3.1+0.08+1.0+0.03+7.3+1.4+3.1+1.5
X² = 69.2
1. Dalam penelitian ini, harga x2 = 69,2 dan db = 3 x 2 = 6.
2. Lihat Tabel C (Siegel, 1997)
untuk x2 = 69,2 dan db = 3 x 2 = 6, harga p < 0,05.
4. Karena p < a (= 0,05) : tolak Ho, terima Ha.
Kesimpulan :
Berdasarkan pengujian di atas dapat disimpulkan, ada perbedaan minat terhadap jenis
ternak jika dibedakan berdasarkan wilayah tempat tinggalnya.


Untuk data nominal dan ordinal, tes dipakai untuk menentukan signifikansi perbedaan-perbedaan antara k kelompok independen.
Kelompok Sampel
Outcome
Jumlah Sampel
+ (yes)
-    (no)
1
a
b
a + b
2
c
d
c + d
Jumlah
a + c
b + d
n = jumlah sampel







·         Tes ini dapat digunakan untuk uji perbedaan antar lebih dari 2 kelompok sampel.
·          Apabila frekuensi dalam kategori diskrit baik nominal maupun ordinal maka tes ini merupakan salah saru alternatif yang dapat diterapkan.
·         Tes ini merupakan perluasan dari tes Khai kuadrat untuk kasus 2 sampel bebas.
·         Tes Khai kuadrat dapat digunakan jika berhadapan dengan sampel bebas dengan kondisi lebih dari 2 kelompok
·         Fh yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%
·         tidak boleh ada satu sel tabel pun yang Fh nya kurang dari  1.

metode
1. Buat Tabel Silang k x r, k untuk kelompok sampel yang tidak berpasangan dan r untuk
kategori dari variabel.
2. Masukan data hasil pengamatan ke dalam sel Tabel Silang sesuai dengan kelompok dan
kategori masing-masing.
3. Tentukan frekuensi harapan dari masing-masing sel dengan cara mengalikan total baris
dengan total kolom, kemudian dibagi dengan grand totalnya.
4. Hitung c2 dengan rumus:
            X² =

5. Gunakan Tabel C. Tentukan probabilitas (p) yang dikaitkan dengan harga c2 untuk harga
db = (k-1) x (r-1). Jika p £ a, maka tolak Ho.

Contoh : Seorang mahasiswa Fakultas Peternakan, ingin melakukan penelitian apakah ada perbedaan minat beternak jenis tertentu jika dilihat dari tempat tinggal para peternak yaitu desa A, B, C, dan D. Peternak yang diteliti sebanyak 390 orang yang dipilih secara random. Kepada mereka ditanyakan apa jenis ternak yang mereka minati. Peneliti menduga, ada perbedaan minat terhadap jenis ternak tertentu jika dibedakan berdasarkan tempat tinggalnya.

Contoh Data : k = Wilayah Tempat Tinggal: desa A, B, C, dan D
r = Minat Beternak: Unggas, Ternak Kecil, Ternak Besar
Minat beternak
wilayah
Total
A
B
C
D
Unggas
23
40
16
2
81
Ternak kecil
11
75
107
14
207
Ternak besar
1
31
60
10
102
Total
25
146
183
26
390

minat ternak
A
B
C
D
Unggas
7.3
30.3
38.0
5.4
Ternak kecil
18.6
77.5
97.1
13.8
Ternak besar
9.1
38.2
47.9
6.8

X² =
X² = 33.8+3.1+12.7+2.1+3.1+0.08+1.0+0.03+7.3+1.4+3.1+1.5
X² = 69.2
1. Dalam penelitian ini, harga x2 = 69,2 dan db = 3 x 2 = 6.
2. Lihat Tabel C (Siegel, 1997)
untuk x2 = 69,2 dan db = 3 x 2 = 6, harga p < 0,05.
4. Karena p < a (= 0,05) : tolak Ho, terima Ha.
Kesimpulan :
Berdasarkan pengujian di atas dapat disimpulkan, ada perbedaan minat terhadap jenis
ternak jika dibedakan berdasarkan wilayah tempat tinggalnya.


Untuk data nominal dan ordinal, tes dipakai untuk menentukan signifikansi perbedaan-perbedaan antara k kelompok independen.
Kelompok Sampel
Outcome
Jumlah Sampel
+ (yes)
-    (no)
1
a
b
a + b
2
c
d
c + d
Jumlah
a + c
b + d
n = jumlah sampel







·         Tes ini dapat digunakan untuk uji perbedaan antar lebih dari 2 kelompok sampel.
·          Apabila frekuensi dalam kategori diskrit baik nominal maupun ordinal maka tes ini merupakan salah saru alternatif yang dapat diterapkan.
·         Tes ini merupakan perluasan dari tes Khai kuadrat untuk kasus 2 sampel bebas.
·         Tes Khai kuadrat dapat digunakan jika berhadapan dengan sampel bebas dengan kondisi lebih dari 2 kelompok
·         Fh yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%
·         tidak boleh ada satu sel tabel pun yang Fh nya kurang dari  1.

metode
1. Buat Tabel Silang k x r, k untuk kelompok sampel yang tidak berpasangan dan r untuk
kategori dari variabel.
2. Masukan data hasil pengamatan ke dalam sel Tabel Silang sesuai dengan kelompok dan
kategori masing-masing.
3. Tentukan frekuensi harapan dari masing-masing sel dengan cara mengalikan total baris
dengan total kolom, kemudian dibagi dengan grand totalnya.
4. Hitung c2 dengan rumus:
            X² =

5. Gunakan Tabel C. Tentukan probabilitas (p) yang dikaitkan dengan harga c2 untuk harga
db = (k-1) x (r-1). Jika p £ a, maka tolak Ho.

Contoh : Seorang mahasiswa Fakultas Peternakan, ingin melakukan penelitian apakah ada perbedaan minat beternak jenis tertentu jika dilihat dari tempat tinggal para peternak yaitu desa A, B, C, dan D. Peternak yang diteliti sebanyak 390 orang yang dipilih secara random. Kepada mereka ditanyakan apa jenis ternak yang mereka minati. Peneliti menduga, ada perbedaan minat terhadap jenis ternak tertentu jika dibedakan berdasarkan tempat tinggalnya.

Contoh Data : k = Wilayah Tempat Tinggal: desa A, B, C, dan D
r = Minat Beternak: Unggas, Ternak Kecil, Ternak Besar
Minat beternak
wilayah
Total
A
B
C
D
Unggas
23
40
16
2
81
Ternak kecil
11
75
107
14
207
Ternak besar
1
31
60
10
102
Total
25
146
183
26
390

minat ternak
A
B
C
D
Unggas
7.3
30.3
38.0
5.4
Ternak kecil
18.6
77.5
97.1
13.8
Ternak besar
9.1
38.2
47.9
6.8

X² =
X² = 33.8+3.1+12.7+2.1+3.1+0.08+1.0+0.03+7.3+1.4+3.1+1.5
X² = 69.2
1. Dalam penelitian ini, harga x2 = 69,2 dan db = 3 x 2 = 6.
2. Lihat Tabel C (Siegel, 1997)
untuk x2 = 69,2 dan db = 3 x 2 = 6, harga p < 0,05.
4. Karena p < a (= 0,05) : tolak Ho, terima Ha.
Kesimpulan :
Berdasarkan pengujian di atas dapat disimpulkan, ada perbedaan minat terhadap jenis
ternak jika dibedakan berdasarkan wilayah tempat tinggalnya.